Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Menanggapi meningkatnya keprihatinan publik terhadap perundungan (bullying) di sekolah dan pentingnya kesehatan mental anak, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) memperkenalkan paradigma baru untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlaku mulai tahun ajaran 2026.
Paradigma baru ini mengalihkan fokus dari pertemuan fisik tradisional (meeting point) ke apa yang disebut “ruang penyatuan” (melting point). Tujuannya adalah menciptakan suasana yang lebih inklusif, mengurangi tekanan sosial, dan menghindari praktik “perpeloncoan“—yaitu tindakan memaksa atau memaklumi murid baru untuk menyesuaikan diri secara paksa.
Berikut adalah beberapa perubahan utama yang akan diterapkan:
- Pertemuan Virtual Awal: Sekolah akan mengadakan sesi orientasi daring sebelum siswa tiba di lingkungan fisik, memungkinkan mereka berinteraksi dengan guru dan teman sekelas secara aman.
- Kelompok Kecil Terarah: Murid baru akan dibagi ke dalam kelompok kecil yang dipandu oleh mentor guru atau alumni, meminimalkan rasa terisolasi dan mempermudah proses adaptasi.
- Program Kesehatan Mental: Setiap sekolah wajib menyelenggarakan workshop tentang anti‑bullying dan kesejahteraan emosional, serta menyediakan konselor sekolah yang terlatih.
- Evaluasi Berkala: Selama tiga bulan pertama, pihak sekolah harus mengumpulkan umpan balik dari siswa, orang tua, dan guru untuk menilai efektivitas MPLS baru.
- Tanpa Perpeloncoan: Praktik memaksa murid baru melakukan ritual atau kegiatan yang bersifat memaksa dilarang keras dan akan dikenakan sanksi administratif.
Implementasi MPLS ramah ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka bullying, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan siswa baru, sehingga mereka dapat memulai perjalanan pendidikan dengan mental yang lebih kuat.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kebijakan ini dan melakukan penyesuaian bila diperlukan, sejalan dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan psikologis anak.