Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Pada awal tahun 2024, harga emas di pasar domestik mengalami fluktuasi signifikan, dengan level tertinggi mendekati Rp 2,80 juta per gram. Namun, indikator teknikal menunjukkan kemungkinan penurunan menuju level support sekitar Rp 2,55 juta per gram.
Berikut beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga tersebut:
- Sentimen global: Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat menurunkan daya tarik investasi emas sebagai safe haven.
- Nilai tukar rupiah: Penguatan rupiah terhadap dolar AS mengurangi biaya impor emas.
- Permintaan domestik: Penurunan pembelian emas fisik menjelang musim lepas tahun menurunkan tekanan beli.
Data historis harga emas dalam enam bulan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:
| Bulan | Harga (Rp/gram) |
|---|---|
| Januari | 2,78 juta |
| Februari | 2,74 juta |
| Maret | 2,70 juta |
| April | 2,66 juta |
| Mei | 2,62 juta |
| Juni | 2,58 juta |
Jika tren ini berlanjut, level Rp 2,55 juta per gram dapat menjadi titik balik utama. Investor disarankan memantau indikator teknikal seperti moving average 50 hari dan level resistance di Rp 2,60 juta.
Secara fundamental, kebijakan moneter Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi global tetap menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan harga emas ke depan.