Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menekankan pentingnya perenungan diri dalam menyambut awal tahun baru Islam, 1 Muharram. Ia mengingatkan bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan untuk melakukan muhasabah, yaitu evaluasi diri secara jujur atas perilaku dan amalan selama setahun terakhir.
- Keimanan: Memeriksa sejauh mana keyakinan dan ketaatan kepada Allah SWT terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
- Amal perbuatan: Menilai konsistensi dalam menjalankan ibadah wajib, sunnah, serta kegiatan sosial yang bermanfaat.
- Hubungan sosial: Mengkaji sikap terhadap keluarga, tetangga, dan masyarakat luas, termasuk upaya menebar kebaikan dan menghindari perilaku merugikan.
Romo Syafii juga mengajak para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menyebarkan pesan muhasabah ini melalui ceramah, kajian, serta media sosial. Ia menegaskan bahwa peran aktif semua pihak sangat penting agar pesan tersebut dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, Wamenag menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum 1 Muharram untuk memperkuat persatuan umat Islam di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup beragama serta berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Harapannya, melalui muhasabah diri, umat Islam dapat melangkah ke tahun baru Hijriah dengan niat yang lebih tulus, tujuan yang lebih jelas, dan tindakan yang lebih konsisten dalam mewujudkan nilai-nilai Islam yang damai dan konstruktif.