Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca pada Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB tidak hanya menghasilkan kemenangan 2-0 bagi Meksiko, namun juga tercatat tiga kartu merah yang mengubah dinamika laga.
Gol pertama dicetak oleh forward Meksiko pada menit ke-23, diikuti gol penutup pada menit ke-68. Namun sorotan utama datang dari insiden disiplin yang melibatkan tiga pemain: dua pemain Afrika Selatan dan satu pemain Meksiko.
- Petar Zulu (bek Afrika Selatan) mendapat kartu merah pada menit ke-30 setelah melakukan tekel keras terhadap striker Meksiko.
- Kabelo Ndlovu (gelandang Afrika Selatan) diusir pada menit ke-55 karena melakukan serangan verbal dan fisik terhadap wasit.
- Javier Ortega (bek Meksiko) menerima kartu merah pada menit ke-77 setelah melakukan tindak kekerasan terhadap pemain lawan.
Jumlah tiga kartu merah dalam satu pertandingan membuka babak pertama Piala Dunia 2026 dengan catatan baru. Sebelumnya, rekor terbanyak kartu merah dalam laga pembuka adalah dua, yang pernah terjadi pada Piala Dunia 1998 (Perancis vs Denmark) dan Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan vs Meksiko). Dengan tiga kartu merah, rekor lama tersebut kini terancam.
Komisi Disiplin FIFA segera melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut. Menurut pernyataan resmi, keputusan pemberian kartu merah tidak dapat diubah dan pemain yang terlibat akan menjalani sanksi suspensi minimal satu pertandingan, dengan kemungkinan tambahan tergantung pada hasil tinjauan video.
Para pelatih kedua tim menyampaikan kekecewaan mereka. Pelatih Meksiko menekankan pentingnya kontrol emosi, sementara pelatih Afrika Selatan menilai bahwa tekanan besar di panggung dunia memicu kesalahan taktis dan perilaku yang tidak diinginkan.
Laga selanjutnya akan menampilkan tim-tim lain yang masih menunggu jadwal pertama mereka. Pengamat memperkirakan bahwa kejadian ini dapat memengaruhi kebijakan disiplin pada turnamen, dengan wasit dan komite disiplin lebih ketat dalam menilai tindakan kasar.