Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan kondisi pada masa krisis moneter 1998. Menurut pernyataan mereka, beberapa indikator makroekonomi utama menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencatat pertumbuhan tahunan di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir, jauh melampaui pertumbuhan negatif yang dialami pada 1998. Kenaikan output sektor industri, jasa, dan pertanian menjadi pendorong utama.
Inflasi Terkendali
Inflasi konsumen tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, berkisar antara 2-3 persen. Kebijakan moneter yang responsif serta stabilitas harga pangan berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Kesehatan Sektor Perbankan
Rasio kecukupan modal (CAR) bank-bank komersial berada di atas standar internasional, sementara rasio NPL (Non‑Performing Loan) terus menurun menjadi kurang dari 2 persen. Hal ini menandakan sistem perbankan yang solid dan mampu mendukung pembiayaan investasi.
Faktor Pendukung Lainnya
- Cadangan devisa yang cukup untuk menutupi impor selama beberapa bulan ke depan.
- Defisit fiskal yang terkendali berkat peningkatan penerimaan pajak.
- Investasi asing langsung (FDI) yang terus meningkat, khususnya di sektor manufaktur dan teknologi.
Dengan fondasi yang kuat ini, DEN menilai bahwa Indonesia memiliki ruang manuver yang luas untuk menghadapi gejolak eksternal dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.