Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Para orang tua yang kehilangan anaknya akibat kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, Kelurian Sorosutan, Kota Yogyakarta, menyatakan kemarahan dan keprihatinan mendalam terhadap 13 pelaku yang teridentifikasi. Insiden ini menghebohkan publik setelah terungkap bahwa sejumlah anak diperlakukan secara brutal di fasilitas penitipan anak tersebut.
Orang tua menggelar aksi protes di depan kantor polisi Yogyakarta, menuntut transparansi serta kecepatan proses peradilan. Dalam pernyataan resmi, mereka menyoroti beberapa hal penting:
- Penghentian segera operasional Daycare Little Aresha hingga investigasi selesai.
- Pembentukan tim independen untuk meninjau prosedur keamanan dan standar perawatan anak di seluruh daycare di Yogyakarta.
- Penegakan hukum yang tegas bagi semua pelaku, termasuk hukuman maksimal sesuai undang‑undang perlindungan anak.
- Pemberian dukungan psikologis dan kompensasi finansial bagi korban serta keluarga.
Selain menuntut keadilan, orang tua juga meminta pemerintah daerah memperketat regulasi operasional tempat penitipan anak, termasuk audit rutin, sertifikasi tenaga kerja, dan pelatihan khusus dalam penanganan anak.
Pihak kepolisian mengaku masih mengumpulkan bukti dan saksi, serta berkoordinasi dengan Kementerian Perempuan dan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Sementara itu, Kementerian Sosial menyiapkan tim konseling untuk membantu pemulihan trauma anak-anak yang selamat.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan anak di Indonesia, memicu perdebatan publik tentang efektivitas regulasi perlindungan anak dan tanggung jawab institusi dalam mengawasi fasilitas penitipan anak.