Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan performa impresif pada Indonesia Open. Meskipun mereka berhasil memimpin dalam beberapa set, ketidakmampuan menjaga konsentrasi pada momen krusial membuat mereka harus menelan kekalahan yang mengajarkan pelajaran penting.
Dalam pertandingan melawan pasangan unggulan Asia, Raymond dan Joaquin memulai dengan agresif, memanfaatkan kecepatan smash dan pertahanan yang solid. Pada set pertama, mereka berhasil menumpuk poin beruntun dan menutup set dengan skor 21-15. Namun, pada set kedua, tekanan lawan meningkat dan konsentrasi duo Indonesia menurun, yang terlihat dari peningkatan jumlah unforced error.
- Kejelasan Fokus: Saat unggul, pemain cenderung merasa nyaman sehingga konsentrasi dapat terpecah. Raymond dan Joaquin mengakui bahwa mereka terlalu cepat beralih ke taktik defensif tanpa menegakkan pola serangan yang konsisten.
- Manajemen Emosi: Mengontrol kegembiraan atau rasa frustrasi menjadi kunci. Kedua pemain menyebutkan bahwa mereka terlalu terbawa emosi setelah memenangkan set pertama, sehingga kehilangan ritme.
- Strategi Rotasi Posisi: Mempertahankan posisi optimal di lapangan membutuhkan konsentrasi terus-menerus. Kesalahan rotasi pada set kedua memberi ruang bagi lawan untuk melakukan serangan balik.
Setelah pertandingan, pelatih tim nasional menekankan pentingnya latihan mental yang terintegrasi dengan teknik fisik. “Kami akan menambahkan sesi visualisasi dan latihan fokus pada rutinitas harian,” ujarnya. “Hal ini bukan hanya tentang kebugaran, melainkan kemampuan otak untuk tetap berada di zona kompetisi selama 40 menit pertandingan.”
Pelajaran yang diambil dari Indonesia Open ini diharapkan dapat memperkuat mentalitas Raymond dan Joaquin di turnamen-turnamen mendatang, termasuk Badminton World Tour. Kedua atlet menegaskan komitmen untuk memperbaiki konsentrasi melalui sesi psikologis, simulasi tekanan pertandingan, dan review video yang lebih detail.