Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Dalam upaya meningkatkan daya saing, pemerintah bersama lembaga non‑profit meluncurkan program pendampingan khusus bagi UMKM yang tergolong rentan dan penyandang disabilitas. Program ini berfokus pada pelatihan bisnis digital dan strategi pemasaran online agar pelaku usaha dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM rentan meliputi keterbatasan akses teknologi, kurangnya pengetahuan tentang platform digital, serta hambatan fisik bagi penyandang disabilitas. Untuk mengatasi hal tersebut, program menawarkan serangkaian modul pelatihan yang mencakup:
- Penggunaan perangkat lunak produktivitas dan aplikasi e‑commerce.
- Pembuatan konten pemasaran visual yang ramah aksesibilitas.
- Strategi optimasi mesin pencari (SEO) dan iklan berbayar.
- Manajemen keuangan digital dan analisis data penjualan.
Setiap modul dilengkapi dengan sesi praktik langsung, sehingga peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan secara real‑time pada usaha mereka. Selain itu, mentor yang berpengalaman akan memberikan pendampingan pribadi, termasuk penyesuaian materi bagi yang memiliki keterbatasan mobilitas atau penglihatan.
Target jangka pendek program adalah meningkatkan penjualan online minimal 30 % bagi 70 % peserta dalam tiga bulan pertama. Pada jangka panjang, diharapkan tercipta ekosistem UMKM inklusif yang mampu beradaptasi dengan tren digital dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Para peserta menyatakan antusiasme tinggi setelah mengikuti pelatihan. Seorang pengrajin anyaman yang menggunakan kursi roda mengatakan, “Sekarang saya mengerti cara menjual produk lewat media sosial dan toko daring, sehingga tidak lagi bergantung pada pasar tradisional yang sulit dijangkau.”
Dengan dukungan kebijakan publik dan kolaborasi lintas sektor, inisiatif ini diharapkan menjadi model replikasi di wilayah lain, memperluas kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan serta penyandang disabilitas.