Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Program PFLP (Program Fasilitasi Layanan Pengembangan) bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melibatkan 400 peserta yang akan menjalani pelatihan intensif selama sembilan bulan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan BUMN, sebagaimana disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya.
Tujuan utama program adalah menyiapkan kader kepemimpinan yang mampu mengelola perusahaan milik negara dengan lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Selama periode pelatihan, peserta akan mengikuti serangkaian modul yang mencakup:
- Manajemen strategis dan operasional
- Pengembangan sumber daya manusia
- Pengelolaan keuangan dan risiko
- Etika bisnis dan tata kelola perusahaan
- Transformasi digital dan inovasi
Proses seleksi peserta dilakukan secara terbuka, menitikberatkan pada rekam jejak kinerja, potensi kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai BUMN. Setiap peserta akan mendapatkan mentor senior dari kalangan eksekutif BUMN maupun praktisi industri untuk mendampingi proses belajar.
Berikut rangkaian tahapan program secara singkat:
- Pendaftaran dan seleksi (bulan 1)
- Orientasi dan penetapan rencana pengembangan pribadi (bulan 2)
- Pelatihan intensif modul inti (bulan 3-6)
- Proyek lapangan di unit bisnis masing-masing (bulan 7-8)
- Evaluasi akhir dan sertifikasi (bulan 9)
Dengan durasi sembilan bulan, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh langsung ke dalam tugas sehari-hari, meningkatkan efisiensi operasional, serta berkontribusi pada pertumbuhan nilai perusahaan BUMN secara keseluruhan.
Pemerintah menilai bahwa investasi pada pengembangan kepemimpinan ini akan menghasilkan dampak jangka panjang bagi perekonomian nasional, mengingat peran strategis BUMN dalam sektor-sektor utama seperti energi, telekomunikasi, dan infrastruktur.