Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Bank Gizi Nasional (BGN) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat Program Makanan Bergizi (MBG) di seluruh Indonesia dengan menyiapkan sebuah Bank Menu terpusat. Inisiatif ini bertujuan menyediakan koleksi resep sehat yang telah teruji, sehingga pengawas gizi tidak lagi harus menghabiskan waktu menyusun menu secara manual.
Beberapa fokus utama yang akan diakomodasi meliputi:
- Pemenuhan kebutuhan mikronutrien untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
- Penerapan standar Sanitasi dan Pengendalian Produk Gizi (SPPG) yang lebih ketat.
- Penggunaan bahan lokal yang tersedia secara melimpah di tiap daerah.
- Pengurangan limbah makanan melalui pengolahan yang efisien.
Untuk memastikan konsistensi, BGN juga memperketat standar dapur dan keamanan pangan melalui SPPG. Berikut adalah ringkasan standar yang akan diimplementasikan:
| Aspek | Persyaratan |
|---|---|
| Sanitasi | Area dapur harus bersih, bebas hama, dan menggunakan peralatan yang terdisinfeksi secara rutin. |
| Pengendalian Suhu | Temperatur penyimpanan makanan harus dijaga antara 0‑4°C untuk makanan dingin dan 60‑75°C untuk makanan panas. |
| Label Gizi | Setiap menu wajib mencantumkan nilai gizi lengkap sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. |
Dengan bank menu ini, pengawas gizi dapat mengakses resep yang sudah terverifikasi secara daring, mempercepat proses perencanaan, dan meningkatkan kualitas layanan gizi di sekolah, puskesmas, serta lembaga sosial lainnya. Diharapkan pula bahwa standar dapur yang lebih ketat akan menurunkan risiko kontaminasi makanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Implementasi penuh diperkirakan akan dimulai pada kuartal pertama 2025, dengan pelatihan bagi tenaga gizi di tiap provinsi. BGN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi dalam penyediaan makanan bergizi yang aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.