Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | 23 Mei diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia, sekaligus menjadi momentum penting bagi upaya pelestarian penyu laut di seluruh dunia. Pada hari yang sama, pemerintah provinsi Hainan, China, meresmikan sebuah pusat konservasi baru bernama Sea Turtle Shelter.
Sea Turtle Shelter dibangun di pesisir selatan Pulau Hainan dengan tujuan utama melindungi dan merawat penyu-penyu yang terancam punah, khususnya spesies penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang sering ditemukan di perairan sekitar wilayah tersebut.
- Fasilitas rehabilitasi: ruang perawatan medis, kolam penangkaran, dan laboratorium penelitian.
- Program edukasi: kelas lingkungan untuk pelajar, tur edukatif bagi wisatawan, serta pameran interaktif mengenai siklus hidup penyu.
- Kerjasama internasional: dukungan teknis dan ilmiah dari organisasi konservasi global serta universitas terkemuka.
Selama tahun pertama operasinya, shelter menargetkan untuk merawat sekitar 150 penyu yang mengalami cedera akibat kapal, jaring ikan, atau perburuan ilegal. Data awal menunjukkan tingkat kelangsungan hidup penyu yang dirawat meningkat hingga 85 persen, jauh di atas rata‑rata global.
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Pantai Yalong, Hainan, China |
| Luas area | 2,5 hektar |
| Kapasitas tahunan | 200 penyu |
| Pembiayaan | USD 4,2 juta (pemerintah daerah, sponsor korporat, donor internasional) |
Selain upaya penyelamatan, shelter juga berperan sebagai pusat riset untuk mempelajari pola migrasi penyu, dampak perubahan iklim, dan efektivitas kebijakan perlindungan laut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi kebijakan konservasi di kawasan Asia‑Pasifik.
Pembukaan Sea Turtle Shelter diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melindungi ekosistem laut serta memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan spesies penyu yang menjadi simbol keberlanjutan laut.