Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Prof. Ni Luh Kartini, seorang pemerhati lingkungan sekaligus akademisi Universitas Udayana, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan di Bali melalui pengembangan pangan lokal dan praktik pertanian organik. Ia mengajak Pemerintah Provinsi Bali, petani, serta pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:
- Mengalokasikan dana khusus untuk pelatihan pertanian organik bagi petani kecil.
- Mengembangkan jaringan pasar lokal yang memudahkan distribusi produk organik ke restoran, hotel, dan konsumen akhir.
- Memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi rantai pasok berbasis bahan baku lokal.
- Mendorong riset dan inovasi di bidang agroforestry serta teknik pertanian ramah iklim melalui universitas dan lembaga penelitian.
- Mengintegrasikan pendidikan pangan dalam kurikulum sekolah untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda.
Prof. Kartini juga menyoroti bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan regulasi yang jelas, termasuk standar sertifikasi organik yang mudah diakses dan pengawasan kualitas yang transparan.
Dengan memperkuat sektor pertanian organik, Bali diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan, menurunkan biaya impor, serta memperkuat citra pulau sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.