Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Setiap kali hujan turun di Kota Surabaya, kota ini menampilkan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, curah hujan menjadi penyegar dan menandai pergantian musim yang menenangkan. Namun, di sisi lain, intensitas hujan yang tinggi sering kali menimbulkan banjir, menguji kesiapan infrastruktur dan kesiapsiagaan warga.
Fenomena banjir yang semakin sering terjadi bukan sekadar masalah temporer. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menunjukkan peningkatan frekuensi limpahan air sebesar 35% dalam lima tahun terakhir. Penyebab utama meliputi perubahan iklim yang memperkuat intensitas hujan, urbanisasi yang cepat tanpa perencanaan drainase yang memadai, serta penurunan kapasitas sungai akibat sedimentasi.
Berikut beberapa dampak signifikan yang dirasakan oleh masyarakat dan ekonomi kota:
- Kerusakan properti: Ratusan rumah warga mengalami kerusakan struktural, mengakibatkan kerugian material yang mencapai miliaran rupiah.
- Gangguan aktivitas ekonomi: Pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri mengalami penutupan sementara, menurunkan produktivitas harian.
- Risiko kesehatan: Genangan air menjadi sarang bagi nyamuk Aedes aegypti, meningkatkan potensi penyebaran penyakit demam berdarah dan malaria.
- Penurunan kualitas air: Lumpur dan limbah tercampur dalam aliran sungai, mempengaruhi kualitas air bersih bagi warga.
Upaya penanggulangan yang telah dilakukan meliputi:
- Peningkatan kapasitas saluran drainase utama dengan proyek revitalisasi kanal Ciliwung Timur.
- Pembangunan waduk penampungan air hujan di daerah rawan banjir sebagai buffer sementara.
- Penerapan sistem peringatan dini berbasis sensor curah hujan yang terintegrasi dengan aplikasi mobile warga.
- Program reboisasi tepi sungai untuk mengurangi erosi dan meningkatkan penyerapan air.
Namun, tantangan tetap besar. Keterbatasan anggaran, koordinasi antar lembaga yang belum optimal, serta kurangnya kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan air menjadi hambatan utama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan memperkuat infrastruktur, mengoptimalkan tata ruang kota, dan mengadopsi teknologi pintar dalam manajemen air, Surabaya dapat mengurangi risiko banjir dan menjamin keamanan serta kenyamanan warganya di masa depan.