Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menegaskan pentingnya kehati-hatian Amerika Serikat dalam menanggapi isu Taiwan. Dalam sebuah pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi Tiongkok, Xi menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil Washington dapat berimplikasi pada stabilitas regional dan keamanan internasional.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Xi dalam sambutannya:
- Amerika Serikat harus menghindari tindakan militer atau diplomatik yang dapat meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.
- Pembicaraan bilateral dan dialog multilateral harus menjadi sarana utama untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.
- Kerjasama ekonomi antara kedua negara tidak boleh terganggu oleh isu politik yang sensitif.
- Tiongkok tetap membuka jalur komunikasi bagi semua pihak yang bersedia mengedepankan perdamaian.
Xi juga menegaskan bahwa kebijakan “Satu China” tetap menjadi landasan utama dalam hubungan luar negeri Tiongkok. Ia menambahkan bahwa dukungan internasional terhadap prinsip tersebut sangat penting untuk menjaga tatanan dunia yang stabil.
Reaksi Amerika Serikat belum secara resmi dipublikasikan, namun para pengamat internasional memperkirakan bahwa Washington akan menanggapi pernyataan tersebut dengan diplomasi hati-hati, mengingat kepentingan strategisnya di kawasan Indo-Pasifik.
Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan Xi dapat menjadi sinyal bagi Beijing untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan dan keamanan. Di sisi lain, pihak Taiwan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan status quo serta memperkuat aliansi dengan negara-negara sahabat.
Isu Taiwan terus menjadi titik panas dalam hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama menyadari bahwa eskalasi konflik dapat berujung pada kerugian ekonomi dan kemanusiaan yang luas. Oleh karena itu, dialog yang konstruktif dan upaya diplomatik menjadi kunci utama untuk menghindari konfrontasi terbuka.