Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Ruang operasi RS Abdi Waluyo menjadi saksi momen penting bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang menjalani prosedur medis pada hari Senin. Ia tidak sendiri; sang istri, Siti Nurbaya, setia menemani selama proses berlangsung.
Penanganan medis ini terjadi tak lama setelah pengadilan menetapkan hukuman penjara 18 tahun bagi Nadiem terkait dugaan pelanggaran hukum yang belum dijelaskan secara rinci dalam laporan resmi. Keputusan tersebut memicu keprihatinan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai implikasi hukuman terhadap jabatan publiknya.
Berikut rangkaian peristiwa yang menuntun pada operasi tersebut:
- Jumat, 12 Mei 2024: Pengadilan menegakkan hukuman 18 tahun penjara terhadap Nadiem Makarim.
- Sabtu, 13 Mei 2024: Keluarga mengumumkan rencana operasi karena kondisi kesehatan yang memerlukan tindakan segera.
- Minggu, 14 Mei 2024: Nadiem menjalani operasi di RS Abdi Waluyo, didampingi istrinya.
Selama operasi, tim medis menyatakan prosedur berjalan lancar dan tidak ada komplikasi berarti. Dokter yang memimpin operasi menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan tindakan medis ini diambil berdasarkan evaluasi kesehatan menyeluruh, bukan dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Keluarga Nadiem memberikan pernyataan singkat melalui juru bicara, menyatakan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat dan menegaskan bahwa mereka akan tetap bersatu menghadapi tantangan hukum yang sedang berlangsung.
Kasus hukum yang menjerat Nadiem belum dijelaskan secara lengkap dalam pernyataan resmi, namun sejumlah media melaporkan bahwa tuduhan berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi dalam proyek-proyek pemerintah. Pemerintah menyatakan akan meninjau kembali status jabatan Nadiem setelah proses hukum selesai.
Reaksi publik terbagi antara yang mendukung agar proses hukum berjalan tanpa intervensi dan yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan pejabat publik. Banyak netizen mengirimkan doa dan harapan cepat sembuh melalui media sosial.