Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset Ipsos pada tahun 2026 mengungkap bahwa 71 % responden lebih memilih layanan bank digital dibandingkan bank konvensional. Kebijakan ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk melakukan transaksi secara praktis, cepat, dan tanpa harus mengunjungi kantor cabang.
Beberapa faktor utama yang menjadi pendorong popularitas bank digital antara lain:
- Kemudahan transaksi: fitur transfer, pembayaran tagihan, dan pembelian produk dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui aplikasi mobile.
- Layanan 24/7: tidak terikat jam operasional, sehingga nasabah dapat mengakses layanan kapan saja.
- Biaya rendah atau gratis: banyak bank digital menawarkan tarif nol biaya administrasi dan bebas biaya transfer antar bank.
- Keamanan berlapis: otentikasi biometrik, token satu kali pakai, dan enkripsi data tingkat tinggi.
- Integrasi dengan ekosistem digital: koneksi langsung ke e‑wallet, marketplace, dan layanan fintech lainnya.
Berikut ini merupakan lima bank digital terpopuler di Indonesia menurut hasil survei, beserta perkiraan pangsa pasar masing‑masing:
| Peringkat | Bank Digital | Pangsa Pasar (%) |
|---|---|---|
| 1 | Bank XYZ Digital | 22,4 |
| 2 | Bank ABC Mobile | 18,7 |
| 3 | Bank 123 Online | 14,3 |
| 4 | Bank QRS Next | 9,9 |
| 5 | Bank LMN Instant | 7,6 |
Data menunjukkan bahwa bank‑bank yang menonjolkan antarmuka pengguna yang intuitif dan program loyalitas berbasis poin berhasil menarik segmen muda dan kelas menengah. Selain itu, kolaborasi dengan penyedia layanan pembayaran digital memperluas jangkauan transaksi lintas platform.
Para pakar memperkirakan tren ini akan terus menguat, terutama karena penetrasi internet yang semakin tinggi dan generasi milenial yang kini menjadi mayoritas pengguna layanan keuangan. Bank konvensional diprediksi akan mempercepat transformasi digital mereka guna mempertahankan pangsa pasar.
Secara keseluruhan, hasil survei Ipsos 2026 menegaskan bahwa kemudahan transaksi menjadi kunci utama dalam memilih bank digital, menjadikannya primadona baru di sektor perbankan Indonesia.