Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Pemerintah dan sektor swasta menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Bangka Belitung, khususnya timah dan logam tanah jarang (REE). Aryo Djojohadikusumo, tokoh bisnis terkemuka, mengumumkan rencana pembangunan Pusat Riset Timah dan REE yang akan menjadi pionir dalam pengembangan teknologi pengolahan lanjutan.
Bangka telah lama dikenal sebagai produsen timah terbesar di Indonesia, namun mayoritas produksi masih berada pada tahap ekstraksi mentah. Dengan adanya pusat riset, diharapkan dapat menciptakan proses hilirisasi, seperti pembuatan produk bernilai tinggi, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal.
REE merupakan kelompok logam kritis yang penting untuk industri elektronik, energi terbarukan, dan pertahanan. Keberadaan pusat riset di wilayah yang memiliki cadangan REE potensial dapat mempercepat penemuan metode ekstraksi yang ramah lingkungan dan efisien.
Rencana pembangunan meliputi:
- Fasilitas laboratorium kimia dan material modern.
- Unit pilot plant untuk uji coba proses pengolahan timah dan REE.
- Program pelatihan dan beasiswa bagi mahasiswa dan peneliti lokal.
- Kolaborasi dengan universitas, lembaga riset, dan perusahaan multinasional.
Investasi awal diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan dukungan dana dari kelompok usaha Aryo serta skema kemitraan publik‑privat. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektar di dekat pelabuhan Bangka untuk mempermudah logistik bahan baku dan produk akhir.
Dampak yang diantisipasi meliputi penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasokan global logam strategis. Analisis internal memperkirakan peningkatan nilai ekspor timah dan REE hingga 30 % dalam lima tahun ke depan.
Proyek ini dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal pertama 2027 dengan target operasional penuh pada akhir 2029. Selama fase pembangunan, pihak pengelola akan melibatkan konsultan internasional untuk memastikan standar keselamatan dan keberlanjutan lingkungan terpenuhi.
Dengan langkah ini, Bangka diharapkan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga pusat inovasi teknologi yang dapat menggerakkan ekonomi daerah dan nasional ke arah yang lebih maju.