Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan terhadap hantavirus agar tidak berkembang menjadi krisis kesehatan global serupa COVID-19. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Puan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian kesehatan, lembaga riset, serta pemerintah daerah, untuk bergerak cepat dalam mengidentifikasi dan memitigasi ancaman virus ini.
Hantavirus adalah virus zoonotik yang ditularkan melalui droplet atau partikel urin serta tinja tikus. Penularannya dapat menyebabkan penyakit berat seperti sindrom pernapasan akut hantavirus (HFRS) dan sindrom paru-paru hantavirus (HPS), yang memiliki tingkat mortalitas tinggi bila tidak ditangani secara tepat.
Puan menyoroti tiga bidang utama yang harus diprioritaskan:
- Peningkatan surveilans dan deteksi dini: Membentuk jaringan pemantauan di wilayah rawan, terutama daerah dengan populasi tikus tinggi, serta memperkuat laboratorium untuk pengujian cepat.
- Edukasi publik dan perilaku higienis: Menyebarkan informasi tentang cara menghindari kontak dengan tikus, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang masuk, serta penggunaan alat pelindung saat membersihkan tempat yang terkontaminasi.
- Kolaborasi lintas sektor: Mengintegrasikan upaya antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Penelitian dan Pengembangan, serta lembaga keamanan pangan untuk memastikan respons yang terkoordinasi.
Selain itu, Puan mengajak lembaga penelitian untuk mempercepat pengembangan diagnostik cepat dan, bila memungkinkan, vaksin yang dapat melindungi populasi berisiko tinggi. Ia juga menekankan perlunya alokasi anggaran khusus dalam anggaran negara untuk penanggulangan hantavirus, mengingat potensi beban ekonomi yang dapat timbul bila wabah menyebar luas.
Pelajaran dari pandemi COVID-19, menurut Puan, menegaskan bahwa kesiapan dan respons cepat merupakan kunci untuk mengurangi dampak sosial‑ekonomi. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak menunggu hingga kasus meningkat, melainkan melakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Dengan langkah proaktif yang melibatkan pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat, diharapkan hantavirus tidak akan mengulangi jejak COVID-19 yang telah mengubah cara dunia menghadapi krisis kesehatan.