Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antar sektor untuk menciptakan model pariwisata terintegrasi yang ramah lingkungan serta mampu menurunkan emisi karbon. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan melindungi ekosistem hutan.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi:
- Penerapan prinsip ekowisata pada destinasi wisata berbasis hutan, dengan menekankan pelestarian flora dan fauna.
- Pengembangan transportasi ramah lingkungan, seperti penggunaan kendaraan listrik atau sistem transportasi massal yang berbahan bakar bersih di kawasan wisata.
- Kolaborasi dengan sektor energi untuk memasang panel surya dan sumber energi terbarukan di fasilitas wisata.
- Pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemasaran produk wisata, sehingga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
- Implementasi mekanisme penghitungan dan kompensasi karbon bagi operator wisata, termasuk program penanaman pohon sebagai offset.
Dengan mengintegrasikan kebijakan kehutanan, pariwisata, energi, dan transportasi, Kemenhut berharap dapat menurunkan jejak karbon pada aktivitas wisata hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Pemerintah juga berencana melakukan pemantauan berkala melalui sistem pelaporan digital untuk memastikan target emisi tercapai.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia di mata wisatawan internasional yang semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan.