Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina, menyerukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi warga melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) khusus.
Seruan tersebut muncul setelah data kepolisian dan rumah sakit menunjukkan peningkatan signifikan kasus gangguan jiwa, stres, dan depresi selama dua tahun terakhir, terutama di tengah dampak pandemi COVID‑19 dan tekanan kehidupan perkotaan.
Elva Farhi menekankan bahwa DKI Jakarta, sebagai provinsi dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, harus memiliki kerangka regulasi yang jelas untuk:
- Menyediakan fasilitas konseling dan psikoterapi yang terjangkau di puskesmas dan pusat layanan masyarakat.
- Menetapkan standar kompetensi bagi tenaga kesehatan mental, termasuk psikolog, psikiater, dan konselor.
- Mengintegrasikan program pencegahan stres kerja dan sekolah ke dalam kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan.
- Mengalokasikan anggaran khusus pada sektor kesehatan mental dalam APBD tahun mendatang.
- Mengembangkan sistem rujukan cepat bagi kasus darurat psikologis.
Raperda yang diusulkan diharapkan dapat diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rapat pleno bulan depan, kemudian melalui proses pembahasan publik sebelum disahkan menjadi peraturan daerah.
Beberapa pihak menyambut positif inisiatif ini. Organisasi non‑pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan mental menyatakan bahwa regulasi yang terstruktur akan mempermudah koordinasi lintas sektor, sementara kalangan akademisi menambahkan perlunya data berbasis bukti untuk mengukur efektivitas program.
Di sisi lain, beberapa anggota DPRD mengingatkan pentingnya keberlanjutan pendanaan dan pelatihan sumber daya manusia agar kebijakan tidak hanya menjadi dokumen formal tanpa implementasi nyata.
Jika Raperda ini terwujud, DKI Jakarta dapat menjadi pelopor kebijakan kesehatan mental di tingkat daerah, memberikan contoh bagi provinsi lain dalam menghadapi tantangan kesehatan psikologis yang semakin kompleks.