Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Soedeson Tandra, menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperluas akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pernyataannya, Tandra menyoroti kontribusi program tersebut dalam menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam menempuh jenjang pendidikan formal.
PIP, yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), menyediakan bantuan dana langsung kepada siswa yang berprestasi namun terbatas secara ekonomi. Bantuan ini mencakup biaya pendidikan, buku, serta perlengkapan belajar, sehingga mengurangi beban finansial orang tua.
Beberapa indikator keberhasilan program yang diangkat antara lain:
- Peningkatan persentase siswa penerima manfaat PIP dari 10,2% pada tahun 2022 menjadi 14,8% pada tahun 2024.
- Penurunan angka putus sekolah di wilayah penerima manfaat sebesar 7,5% dalam dua tahun terakhir.
- Peningkatan rata-rata nilai ujian nasional (UN) siswa penerima PIP sebesar 5,3 poin dibandingkan dengan non-penerima.
Selain itu, Tandra menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan sektor swasta untuk memperkuat alokasi anggaran PIP serta mengoptimalkan mekanisme penyalurannya. Ia mengusulkan pembentukan tim khusus di DPR yang fokus memantau pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Dengan dukungan kebijakan yang kuat, diharapkan PIP dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan pendidikan antar wilayah. Tanda tangan Tandra menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua pihak dapat berkontribusi secara maksimal demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.