Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | PT Pertamina (Persero) baru-baru ini mengadakan pertemuan strategis dengan United States Department of Energy (DOE) di Washington, D.C. Pertemuan ini menyoroti upaya bersama untuk memperkuat pasokan energi Indonesia serta mengembangkan infrastruktur energi yang kritis.
Diskusi difokuskan pada tiga bidang utama: diversifikasi sumber energi, peningkatan jaringan pipa dan terminal penyimpanan, serta kolaborasi teknologi dalam energi bersih. Kedua belah pihak menekankan pentingnya keamanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan gas.
- Penguatan pasokan: DOE menawarkan dukungan teknis dan investasi potensial untuk proyek eksplorasi dan produksi gas alam lepas pantai Indonesia.
- Infrastruktur strategis: Rencana modernisasi jaringan pipa, pembangunan terminal LNG, serta sistem distribusi listrik yang terintegrasi dibahas secara mendetail.
- Energi terbarukan: Kolaborasi dalam riset dan pengembangan hidrogen hijau serta energi surya menjadi agenda penting untuk menurunkan jejak karbon.
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk membentuk tim kerja bersama yang akan menyusun roadmap lima tahun, mencakup studi kelayakan, skema pendanaan, serta mekanisme regulasi yang mendukung.
Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru bagi perusahaan energi Amerika dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Asia‑Pasifik. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan dari DOE, Pertamina dapat mempercepat realisasi proyek infrastruktur yang selama ini terhambat oleh keterbatasan modal dan kapasitas teknis.
Ke depan, agenda lanjutan meliputi kunjungan delegasi teknis, penandatanganan memorandum of understanding (MoU), serta peluncuran pilot project di sektor LNG dan hidrogen. Semua langkah tersebut diarahkan untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan dan mendukung target net‑zero Indonesia pada tahun 2060.