Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI menegaskan bahwa kapal nelayan berukuran kecil dengan kapasitas maksimal 30 gross ton (GT) berhak mendapatkan subsidi solar. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional nelayan sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di sektor perikanan.
Subsidi solar diberikan berupa potongan harga bahan bakar solar yang dibeli oleh pemilik kapal yang memenuhi kriteria berikut:
- Kapal berukuran tidak lebih dari 30 GT;
- Beroperasi sebagai kapal nelayan dengan lisensi resmi;
- Terdaftar pada sistem registrasi subsidi yang dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM);
- Menggunakan solar berstandar RON 1 untuk kapal diesel.
Dengan subsidi ini, biaya bahan bakar diperkirakan dapat turun hingga 20‑30 persen, yang secara langsung meningkatkan margin keuntungan nelayan. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, sekitar 12.000 kapal nelayan di Indonesia berada dalam batas maksimal 30 GT, sehingga manfaat kebijakan ini dapat dirasakan secara luas.
Anggota DPR yang menyampaikan pernyataan tersebut menambahkan bahwa kebijakan ini selaras dengan program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon di sektor maritim. “Kami ingin memastikan bahwa nelayan kecil tidak terbebani oleh harga bahan bakar yang tinggi, sekaligus mendorong transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar ia.
Reaksi dari kalangan nelayan sebagian besar positif. Banyak nelayan mengaku berharap proses pendaftaran subsidi dapat berjalan cepat dan tidak memerlukan prosedur yang rumit. Beberapa organisasi nelayan juga meminta agar pemerintah menyediakan pelatihan tentang efisiensi penggunaan bahan bakar dan perawatan mesin.
Pemerintah menargetkan peluncuran program subsidi solar ini pada kuartal kedua tahun 2024, dengan mekanisme verifikasi berbasis digital untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan. Diharapkan dalam jangka panjang, kebijakan ini tidak hanya menurunkan beban biaya operasional, tetapi juga berkontribusi pada target pengurangan emisi karbon nasional.