Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk meluncurkan serangkaian investasi berskala besar dalam sektor ekonomi biru, khususnya perikanan dan kelautan. Investasi ini ditargetkan untuk meningkatkan produksi protein laut yang dapat memenuhi kebutuhan pasar global serta meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.
- Pembangunan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas penyimpanan hasil tangkap.
- Peningkatan teknologi budidaya ikan, udang, dan rumput laut.
- Peningkatan kapasitas riset dan pengembangan produk olahan berbasis hasil laut.
- Pelatihan dan pendampingan bagi nelayan kecil agar dapat beralih ke praktik penangkapan yang berkelanjutan.
- Peningkatan akses pasar domestik dan internasional melalui sertifikasi mutu.
Rencana investasi ini diharapkan dapat menambah produksi perikanan Indonesia hingga 30% pada akhir dekade ini, sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah pesisir. Pemerintah juga menargetkan penciptaan lebih dari 1,5 juta lapangan kerja baru di sektor terkait.
Untuk memastikan keberlanjutan, pemerintah akan menggandeng lembaga internasional dan swasta dalam rangka mengadopsi standar pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan. Kebijakan fiskal, termasuk insentif pajak dan pembiayaan lunak, juga akan disiapkan guna menarik investasi domestik maupun asing.
Prabowo menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ekonomi biru tidak hanya menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan juga solusi strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis pangan global.