Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) melaporkan bahwa hingga kini hanya 8.672 unit Koperasi Merah Putih yang berhasil dibangun, jauh di bawah target 80.000 unit yang ditetapkan dalam program nasional.
Program Koperasi Merah Putih diluncurkan sebagai upaya memperkuat perekonomian rakyat melalui pembentukan koperasi berbasis desa dan wilayah terpencil. Namun, progres yang masih rendah menimbulkan kekhawatiran terkait efektivitas pelaksanaan dan dukungan lapangan.
| Target | Realisasi | Persentase |
|---|---|---|
| 80.000 unit | 8.672 unit | 10,84% |
Beberapa faktor yang memengaruhi lambatnya pencapaian antara lain:
- Kurangnya pendanaan operasional bagi koperasi baru.
- Kesulitan dalam proses perizinan dan birokrasi di tingkat daerah.
- Rendahnya kapasitas manajerial dan kepemimpinan di kalangan anggota koperasi.
- Terbatasnya akses infrastruktur digital untuk mendukung administrasi dan pemasaran.
- Prioritas pembangunan yang beralih ke sektor lain selama beberapa tahun terakhir.
Untuk menutup kesenjangan, Kemenkop berencana meningkatkan alokasi anggaran, mempercepat prosedur perizinan, serta menggelar pelatihan kepemimpinan dan manajemen keuangan bagi calon pengurus koperasi. Pemerintah juga menargetkan penambahan lebih dari 10.000 unit koperasi pada tahun berikutnya melalui skema kemitraan dengan lembaga keuangan regional.
Jika upaya tersebut dapat dijalankan secara konsisten, diharapkan realisasi program Koperasi Merah Putih akan mendekati target jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.