Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Pada sore hari di Bekasi Timur, sebuah insiden yang menegangkan terjadi ketika Kereta Rel Listrik (KRL) menabrak taksi listrik merek Green SM. Kejadian tersebut terekam jelas oleh sopir taksi yang selamat dan menjadi sorotan media lokal.
Kronologi awal menunjukkan bahwa KRL jalur Bogor‑Depok sedang melaju dengan kecepatan standar ketika taksi listrik Green SM yang melaju di jalur bersepeda terpaksa menepi karena mesin tiba‑tiba mati. Karena tak dapat mengendalikan kendaraan, taksi tersebut berada di lintasan rel pada saat KRL mendekat.
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| 07:12 | KRL melintas mendekati Stasiun Bekasi Timur |
| 07:12:05 | Taksi Green SM berhenti mendadak karena mesin mati |
| 07:12:07 | KRL menabrak bagian belakang taksi |
| 07:12:10 | Sopir taksi melompat keluar jendela kereta |
Detik‑detik mencekam dimulai ketika mesin taksi listrik tiba‑tiba mati. Sopir yang berada di dalam kabin taksi melaporkan bahwa ia tidak dapat mengendalikan kendaraan dan berusaha menahan rem, namun tanpa daya mesin tidak dapat bergerak. Ketika KRL hampir menabrak, sopir berusaha menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui jendela yang terbuka pada gerbong pertama, meskipun risiko cedera tinggi.
Penyebab potensial yang sedang diselidiki meliputi:
- Kegagalan sistem baterai atau motor listrik pada taksi Green SM.
- Kelelahan atau kehilangan konsentrasi sopir.
- Kurangnya sinyal peringatan otomatis antara KRL dan kendaraan listrik yang berada di dekat rel.
- Faktor lingkungan seperti jalan licin akibat hujan ringan.
Pihak kepolisian, tim SAR, serta operator KRL dan perusahaan taksi Green SM segera menurunkan bantuan. Tim medis merawat beberapa penumpang KRL yang mengalami luka ringan, sementara sopir taksi tidak mengalami cedera serius berkat keberhasilan melompat keluar.
Investigasi kini difokuskan pada rekaman CCTV di sekitar stasiun, data black‑box KRL, serta log diagnostik taksi listrik. Saksi mata menyatakan bahwa taksi berada dalam posisi diam beberapa detik sebelum KRL mendekat.
Dampak insiden mencakup kerusakan pada gerbong KRL, penundaan layanan selama kurang lebih satu jam, serta kerugian material pada taksi listrik. Tidak ada korban jiwa, namun insiden ini memicu kekhawatiran publik terkait keselamatan kendaraan listrik yang beroperasi di dekat jalur rel.
Para ahli merekomendasikan beberapa langkah perbaikan, antara lain pemasangan sensor deteksi kendaraan di sepanjang rel, peningkatan pelatihan bagi pengemudi taksi listrik, serta pemeriksaan rutin pada sistem baterai dan motor. Kebijakan regulasi yang lebih ketat tentang zona operasi kendaraan listrik di area rel juga diusulkan untuk mencegah kejadian serupa.