Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Presiden Joko Widodo diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Jakarta, dimana energi menjadi topik utama yang diangkat. Prabowo menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan tantangan paling mendesak bagi negara-negara ASEAN, mengingat tingginya ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan fluktuasi harga dunia.
Dalam sambutannya, ia menyoroti tiga prioritas utama:
- Peningkatan investasi pada energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa.
- Pembangunan infrastruktur jaringan listrik lintas‑batas untuk memfasilitasi pertukaran energi antarnegara anggota.
- Penerapan kebijakan regulasi yang mendukung inovasi dan mempercepat transisi energi bersih.
Prabowo juga mengajak negara‑negara ASEAN untuk memperkuat kolaborasi dalam riset, pengembangan teknologi, serta mekanisme pembiayaan bersama. Menurutnya, kerjasama regional dapat menurunkan biaya produksi energi terbarukan dan mempercepat pencapaian target net‑zero yang telah disepakati dalam Deklarasi ASEAN 2023.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia siap menjadi hub energi terbarukan di kawasan, dengan memanfaatkan potensi geografis yang luas serta sumber daya manusia yang kompeten. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan energi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi emisi karbon.
Para pemimpin ASEAN lainnya menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen untuk mengintegrasikan agenda energi berkelanjutan ke dalam rencana aksi bersama. Pertemuan ini menandai langkah penting dalam memperkuat solidaritas regional guna mengatasi tantangan energi global.