Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin KTT Khusus BIMP‑EAGA yang digelar sebagai bagian dari rangkaian KTT ke‑48 ASEAN. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya kerja sama antar‑negara di kawasan BIMP‑EAGA—yang meliputi Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina—untuk menciptakan sistem energi yang adaptif dan tahan terhadap gangguan.
- Integrasi jaringan listrik lintas batas untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan masing‑masing negara.
- Peningkatan investasi pada infrastruktur energi bersih, termasuk pembangkit tenaga surya, hidro, dan biomassa.
- Pengembangan regulasi dan kebijakan yang selaras guna mempermudah aliran investasi dan teknologi.
Presiden juga mengingatkan bahwa kawasan BIMP‑EAGA memiliki potensi energi terbarukan yang belum optimal, seperti potensi surya di Kalimantan dan Sulawesi, energi panas bumi di Indonesia, serta tenaga air di Filipina. Dengan menghubungkan jaringan listrik antar negara, surplus energi dapat dipertukarkan secara real‑time, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.
Selama pertemuan, delegasi teknis membahas langkah konkrit, antara lain:
- Penyusunan roadmap bersama untuk proyek interkoneksi listrik regional hingga tahun 2035.
- Pembentukan dana bersama BIMP‑EAGA yang akan mengalokasikan dana sebesar US$500 juta untuk studi kelayakan proyek energi bersih.
- Pelatihan sumber daya manusia melalui program pertukaran teknisi energi antara negara anggota.
Prabowo menutup sesi dengan menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi motor penggerak transformasi energi di kawasan. Ia mengajak semua pemangku kepentingan—pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil—untuk bersinergi demi menciptakan jaringan energi yang resilient, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.