Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Universitas Mataram (Unram) mengumumkan pembubaran acara nonton bareng (nobar) film “Pesta Babi” yang diproduksi oleh sutradara Dandhy Laksono. Keputusan ini diambil oleh Rektorat melalui pernyataan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sujita, dengan alasan utama menjaga situasi kondusif di lingkungan kampus.
Acara yang semula dijadwalkan pada tanggal … di Aula … ditujukan untuk menayangkan film dokumenter yang mengangkat tema kontroversial tentang praktik peternakan babi dan implikasinya terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan. Film tersebut sebelumnya menuai protes dari kelompok aktivis hewan dan sebagian kalangan mahasiswa yang menilai materi yang diangkat dapat memicu sensasi negatif.
- Risiko gangguan keamanan dan potensi kerusuhan di antara penonton.
- Kekhawatiran bahwa konten film dapat menyinggung nilai-nilai budaya lokal.
- Kebutuhan menjaga suasana belajar yang tenang selama masa ujian akhir semester.
Wakil Rektor Sujita menyampaikan, “Kami menghargai kebebasan berekspresi, namun prioritas utama kami adalah keamanan dan ketertiban kampus. Mengingat sensitivitas topik dan jadwal akademik yang padat, keputusan pembubaran ini diambil demi kepentingan bersama.”
Beberapa mahasiswa mengkritik keputusan tersebut sebagai bentuk sensor, sementara pihak universitas menegaskan bahwa tidak ada larangan terhadap penayangan film tersebut di luar lingkungan kampus. Unram membuka ruang dialog dengan organisasi mahasiswa untuk membahas mekanisme penyelenggaraan acara budaya yang lebih inklusif di masa mendatang.
Kasus ini menambah perdebatan nasional mengenai batas antara kebebasan seni dan tanggung jawab institusi pendidikan dalam mengelola ruang publik. Pengamat mengingatkan bahwa setiap kebijakan serupa harus mempertimbangkan konteks lokal serta hak-hak semua pemangku kepentingan.