Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Rumah BUMN yang diprakarsai oleh Sekretariat Investasi Pemerintah (SIG) meluncurkan serangkaian program khusus untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menembus pasar internasional.
Program ini mencakup pelatihan desain modern, pendampingan pemasaran digital, serta akses ke platform ekspor milik pemerintah. Selama tiga bulan pertama, lebih dari 30 pengrajin batik mendapatkan bantuan berupa perancangan logo, foto produk profesional, dan strategi penetapan harga yang kompetitif.
- Digitalisasi produk: Semua produk batik Rembang diunggah ke portal e‑commerce resmi Rumah BUMN, memungkinkan pembeli dari Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah melihat katalog lengkap.
- Standar kualitas: Tim ahli memberikan audit mutu, memastikan setiap kain memenuhi standar sertifikasi tekstil internasional.
- Promosi di pameran: Pengrajin dipertemukan dengan delegasi bisnis pada pameran dagang di Dubai dan Paris, memperluas jaringan distributor.
Hasilnya, total nilai ekspor batik Rembang meningkat 45 % dalam enam bulan pertama, dengan penjualan mencapai US$ 1,2 juta. Beberapa pelaku usaha kini menandatangani kontrak jangka panjang dengan retailer fashion luar negeri.
Direktur Rumah BUMN, Budi Santoso, menyatakan, “Dukungan terintegrasi dari SIG tidak hanya membuka pintu pasar, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi lokal sehingga UMKM dapat bersaing secara berkelanjutan.”
Ke depannya, program akan diperluas ke kabupaten lain dan menambahkan fitur pelatihan e‑learning serta pendanaan mikro berbasis fintech, guna mempercepat pertumbuhan ekosistem batik Indonesia di panggung global.