Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Menanggapi sorotan publik terkait dugaan penyimpangan anggaran program Sepahat Sekolah Rakyat senilai Rp 27 miliar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan penjelasan resmi pada hari ini. Ia menegaskan bahwa sepatu yang menjadi pusat kontroversi tidak dibeli oleh Kementerian, melainkan merupakan bantuan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada sekolah‑sekolah negeri di wilayahnya.
Berikut poin‑poin utama klarifikasi Gus Ipul:
- Sepatu dengan harga Rp 700.000 per pasang yang muncul dalam laporan media tidak termasuk dalam pengeluaran Kementerian Sosial.
- Barang tersebut adalah sumbangan dari Khofifah dalam rangka mendukung program “Sekolah Rakyat” yang diluncurkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur.
- Anggaran Rp 27 miliar yang dialokasikan Kementerian Sosial ditujukan untuk logistik distribusi, pelatihan guru, serta penyediaan fasilitas pendukung belajar, bukan untuk pembelian sepatu.
- Kementerian Sosial telah melakukan audit internal dan bersedia membuka dokumen terkait penggunaan dana kepada lembaga pengawas.
Untuk memberikan gambaran perbandingan, tabel di bawah menunjukkan selisih antara harga yang dilaporkan dan perkiraan harga pasar sepatu lokal serupa:
| Aspek | Harga yang Dilaporkan | Harga Pasaran Rata‑Rata |
|---|---|---|
| Sepatu (per pasang) | Rp 700.000 | Rp 350.000 – Rp 450.000 |
Gus Ipul menambahkan bahwa Kementerian Sosial berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap program bantuan, serta menolak segala tuduhan korupsi yang tidak didukung bukti konkret. Ia juga mengajak masyarakat untuk menunggu hasil audit resmi sebelum menarik kesimpulan akhir.
Reaksi publik beragam; sebagian mengapresiasi penjelasan resmi, sementara yang lain menuntut pengungkapan lebih detail mengenai alur pendanaan dan mekanisme penyaluran bantuan. Pemerintah provinsi Jawa Timur belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan Khofifah, namun diperkirakan akan mengeluarkan klarifikasi selanjutnya.