Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kembali menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui penguatan Gerakan Orang Tua Asuh (GOTAS). Inisiatif ini ditujukan untuk menurunkan angka anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi, terutama di wilayah pedesaan yang masih rentan.
Program GOTAS memfokuskan pada tiga pilar utama: edukasi gizi bagi orang tua, penyediaan makanan tambahan yang bernutrisi, serta pemantauan rutin pertumbuhan anak. Petugas kesehatan desa bekerja sama dengan kader posyandu untuk mengidentifikasi keluarga yang berpotensi menjadi orang tua asuh, kemudian memberikan pelatihan tentang pola makan seimbang, pentingnya ASI eksklusif, dan cara menyiapkan makanan tambahan yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin A.
Berikut langkah‑langkah pelaksanaan program:
- Seleksi keluarga dengan anak berusia 0‑24 bulan yang berada pada risiko tinggi stunting.
- Pemberian pelatihan gizi selama dua sesi, masing‑masing tiga jam, yang diikuti oleh orang tua atau pengasuh utama.
- Pendistribusian paket makanan tambahan berupa susu formula, bubur kacang hijau, dan suplemen mikronutrien setiap bulan.
- Monitoring pertumbuhan anak melalui pemeriksaan berat dan tinggi badan secara berkala di posyandu.
- Evaluasi program setiap tiga bulan untuk menilai penurunan prevalensi stunting dan efektivitas intervensi.
Data awal menunjukkan penurunan angka stunting di beberapa desa target sebesar 2,5% dalam tiga bulan pertama pelaksanaan. Pemerintah kabupaten menargetkan penurunan total stunting hingga 10% pada akhir tahun dengan melibatkan lebih dari 5.000 keluarga sebagai orang tua asuh.
Selain meningkatkan kesehatan anak, program ini juga diharapkan dapat menstimulasi perekonomian lokal. Permintaan akan bahan makanan bernutrisi seperti ikan, sayur, dan kacang meningkat, memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.
Keberlanjutan program akan dijamin melalui alokasi anggaran khusus dalam APBD serta kemitraan dengan lembaga non‑pemerintah yang fokus pada gizi dan pemberdayaan perempuan. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan Nagan Raya dapat menjadi contoh sukses dalam upaya mengentaskan stunting di tingkat provinsi.