Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Kematian seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang terjadi di atas kapal perang KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan dari keluarga serta publik. Prajurit tersebut dilaporkan meninggal secara mendadak pada tanggal yang belum dipublikasikan saat sedang bertugas di kapal yang berlabuh di pelabuhan.
Keluarga almarhum mengungkapkan kecurigaan karena tidak ada riwayat penyakit serius yang diketahui, serta menyatakan belum menerima penjelasan yang memuaskan dari pihak militer. Mereka menuntut adanya transparansi penuh mengenai penyebab kematian.
Menanggapi hal tersebut, TNI AL melalui jajaran komando kapal mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut pernyataan tersebut, visum medis telah dilakukan oleh tim forensik militer dan hasil sementara menunjukkan penyebab kematian kemungkinan akibat gagal jantung mendadak. Tim visum juga mencatat tidak ditemukannya tanda-tanda trauma fisik atau keracunan.
Selain hasil visum, TNI AL menegaskan bahwa proses investigasi akan dilanjutkan secara menyeluruh. Langkah‑langkah yang akan ditempuh meliputi:
- Pemeriksaan rekam medis lengkap prajurit selama masa dinas.
- Pengambilan sampel darah dan jaringan untuk analisis laboratorium independen.
- Wawancara saksi yang berada di kapal pada saat kejadian.
- Audit prosedur kesehatan dan kebugaran yang diterapkan pada awak kapal.
Pihak militer juga menjanjikan bahwa hasil akhir investigasi akan dipublikasikan kepada keluarga dan publik, serta akan diambil langkah korektif bila ditemukan kelalaian dalam prosedur medis atau operasional.
Saat ini, keluarga almarhum masih menunggu konfirmasi resmi mengenai jadwal penyerahan jenazah serta pelaksanaan upacara pemakaman yang sesuai dengan tradisi militer. Mereka berharap penjelasan yang diberikan dapat menghilangkan spekulasi dan memberikan kepastian bagi pihak yang berduka.