Setapak Langkah – 08 April 2026 | India kini menghadapi gangguan signifikan pada pasokan urea, pupuk nitrogen utama yang dipakai oleh petani di seluruh negeri. Penyebab utama adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menghambat ekspor dari negara‑negara produsen utama.
Untuk mengatasi defisit tersebut, pemerintah India meluncurkan tender global guna mengimpor sekitar 2,5 juta metrik ton urea. Tender ini terbuka untuk produsen internasional yang mampu memenuhi spesifikasi teknis serta jadwal pengiriman yang ketat.
Berikut poin‑poin penting tender:
- Kuota: 2,5 juta metrik ton
- Jadwal penawaran: mulai 10 April 2024 – 30 April 2024
- Pengiriman pertama: paling lambat 30 September 2024
- Rentang harga yang diharapkan: US$300- 350 per ton
Data utama dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Volume | 2,5 juta metrik ton |
| Waktu penawaran | 10-30 April 2024 |
| Pengiriman akhir | 30 September 2024 |
| Harga perkiraan | US$300- 350/ton |
Impor urea dalam skala ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan pupuk di pasar domestik, mengurangi tekanan pada harga, dan mendukung musim tanam mendatang. Petani, terutama di wilayah Punjab, Haryana, dan Uttar Pradesh, sangat bergantung pada urea untuk meningkatkan hasil padi, gandum, dan jagung.
Pasar komoditas pertanian menunjukkan reaksi cepat; harga urea domestik naik sekitar 5-7 % sejak awal Maret 2024. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan subsidi sementara untuk melindungi petani dari fluktuasi harga.
Langkah selanjutnya mencakup pemantauan ketat terhadap kinerja pemasok, diversifikasi sumber impor, serta pembentukan cadangan strategis urea untuk mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang.