Setapak Langkah – 03 April 2026 | Pada periode mudik Lebaran akhir tahun ini, Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN. Data internal menunjukkan bahwa jumlah sesi pengisian meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu-minggu biasa.
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan ini meliputi:
- Peningkatan jumlah titik pengisian yang kini tersebar di lebih dari 45 lokasi strategis sepanjang jalur utama mudik.
- Penerapan tarif khusus mudik yang memberikan diskon 15 % bagi pengguna kendaraan listrik.
- Kampanye edukasi tentang manfaat kendaraan listrik yang digencarkan melalui media lokal dan media sosial.
- Kesadaran lingkungan yang semakin tinggi, terutama di kalangan pelancong muda.
Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga bagi PLN dan pemerintah daerah. Pendapatan dari layanan SPKLU naik sekitar 30 % selama periode tersebut, sementara konsumsi bahan bakar fosil di wilayah lintas mudik berkurang secara signifikan. Peningkatan penggunaan listrik untuk transportasi mendukung target dekarbonisasi nasional yang ditetapkan hingga 2030.
Meski demikian, UID Sulselrabar mengakui masih ada tantangan, seperti kebutuhan akan jaringan listrik yang lebih stabil di beberapa titik terpencil dan keterbatasan kapasitas charger cepat. Untuk mengatasi hal tersebut, PLN merencanakan beberapa langkah strategis:
- Penambahan 20 unit charger cepat tipe DC di lokasi dengan volume kendaraan tinggi.
- Integrasi layanan SPKLU dengan aplikasi mobile PLN untuk memudahkan pemesanan slot pengisian.
- Kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan infrastruktur pengisian di area parkir komersial.
Dengan upaya berkelanjutan, diharapkan penggunaan SPKLU di Sulselrabar tidak hanya meningkat pada musim mudik, melainkan menjadi pola standar bagi mobilitas listrik di seluruh provinsi.