Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Untuk pertama kalinya, kelompok bersenjata Houthi yang berbasis di Yaman melakukan serangan terhadap Israel menggunakan rudal dan drone. Serangan ini terjadi bersamaan dengan Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, yang menandai eskalasi konflik di Timur Tengah pada bulan kedua perang antara Israel dan Hamas.
Serangan Israel ke Iran, yang dipicu oleh dugaan keterlibatan Iran dalam mendukung kelompok militan di Gaza, melibatkan tiga gelombang serangan yang menargetkan instalasi militer dan fasilitas strategis di kota-kota seperti Tehran, Isfahan, dan Tabriz. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menambah ketegangan diplomatik antara kedua negara.
- Motivasi Houthi: Mendukung perjuangan Palestina dan menanggapi aksi militer Israel.
- Metode serangan: Penggunaan rudal balistik jarak menengah dan drone bersenjata yang dipandu secara remote.
- Respon Israel: Peringatan keras terhadap pihak yang menargetkan wilayahnya serta peningkatan kesiapsiagaan pertahanan udara.
- Dampak regional: Potensi meluasnya konflik ke negara-negara lain di kawasan, termasuk Yaman, Saudi Arabia, dan negara-negara Teluk.
Para pengamat menilai bahwa keterlibatan Houthi dapat memperumit upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan. Dengan menambah pihak baru ke dalam lingkaran permusuhan, kemungkinan terjadinya konflik berskala lebih luas menjadi lebih tinggi. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Yaman atau perwakilan Houthi mengenai skala dan tujuan spesifik serangan tersebut.
Situasi ini menuntut pemantauan intensif dari komunitas internasional, khususnya organisasi keamanan dan badan-badan kemanusiaan, guna mencegah eskalasi yang dapat menimbulkan dampak humaniter serius di kawasan yang sudah lama dilanda perang.