Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, mengeluarkan komentar yang menyinggung Pangeran Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), dalam sebuah forum yang dihadiri para investor dari Kerajaan Saudi.
Dalam percakapan yang terekam, Trump menyebut MBS sebagai “penjilat”, mengkritik gaya kepemimpinan dan hubungan politik sang pangeran dengan Washington. Pernyataan tersebut muncul di tengah kunjungan resmi Trump ke Miami, di mana ia memberikan penilaian terhadap kebijakan luar negeri dan ekonomi Saudi.
- Trump menilai kebijakan energi Saudi harus sejalan dengan kepentingan energi global.
- MBS dianggap terlalu agresif dalam menggalang dukungan internasional.
- Forum Investor Saudi menjadi panggung bagi Trump untuk menyampaikan pandangan politiknya.
Reaksi atas komentar tersebut beragam. Beberapa analis politik menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan ketegangan yang sudah lama terjadi antara kedua negara, terutama terkait isu hak asasi manusia dan konflik di Yaman. Sementara itu, pejabat Saudi menolak menanggapi secara resmi, namun menegaskan komitmen mereka untuk terus meningkatkan iklim investasi dan kerjasama ekonomi dengan Amerika Serikat.
Pengamat ekonomi menekankan bahwa komentar semacam ini dapat memengaruhi persepsi investor asing terhadap stabilitas politik di kawasan Timur Tengah. Namun, mereka juga mencatat bahwa hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Saudi tetap kuat, dengan perdagangan minyak dan investasi teknologi yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, pernyataan Trump menambah dinamika dalam hubungan bilateral yang sudah kompleks, sekaligus menjadi sorotan publik terhadap cara pemimpin negara besar berinteraksi dengan pemimpin regional yang kontroversial.