Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Ribuan warga di berbagai kota Amerika Serikat turun ke jalan dalam aksi protes yang dikenal sebagai “No Kings”, menuntut penghentian kebijakan militer luar negeri Presiden Donald Trump. Dalam kerumunan itu, seorang senator Partai Demokrat menyuarakan kemarahannya secara tegas, menuduh Trump menipu publik tentang motif dan tujuan perang yang sedang berlangsung di Iran.
Senator tersebut menegaskan bahwa perang yang dilancarkan bersama sekutu Israel bukan hanya mengancam stabilitas Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan goncangan pada pasar energi global dan memicu krisis kemanusiaan. Ia menambahkan, “Kita dibohongi hari ini tentang perang di Iran; kebijakan ini tidak hanya melanggar norma internasional, tetapi juga menodai nilai‑nilai demokrasi yang kita junjung”.
Demonstrasi No Kings menyebar dari New York, Los Angeles, hingga Chicago, dengan para peserta mengangkat spanduk bertuliskan “No Kings, No War” serta “Kebenaran untuk Iran”. Beberapa tuntutan utama yang diangkat dalam aksi tersebut meliputi:
- Penghentian operasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.
- Penarikan semua pasukan dan peralatan militer yang terlibat.
- Investigasi independen terhadap keputusan perang yang diambil tanpa persetujuan Kongres.
- Transparansi penuh kepada publik mengenai dampak ekonomi dan kemanusiaan.
Para pengamat politik menilai bahwa aksi ini mencerminkan meningkatnya kelelahan publik terhadap intervensi militer luar negeri, terutama setelah serangkaian konflik yang menelan biaya tinggi. Dampak ekonomi yang dirasakan meliputi kenaikan harga minyak mentah dan gangguan rantai pasokan energi, yang pada gilirannya memengaruhi inflasi di negara‑negara konsumen utama.
Meski protes ini belum menghasilkan kebijakan konkret, tekanan publik dapat memaksa Kongres untuk meninjau kembali otoritas eksekutif dalam keputusan militer. Senator yang mengkritik Trump berharap langkah ini dapat membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah dan rakyat, serta mengembalikan akuntabilitas dalam kebijakan luar negeri.