Setapak Langkah – 05 April 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengusulkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) pada hari Rabu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus menjaga tingkat produktivitas.
Kebijakan ini muncul setelah analisis menunjukkan bahwa penggunaan listrik dan pendingin ruangan di kantor pemerintah mencapai puncaknya pada hari kerja penuh. Dengan mengalokasikan satu hari kerja per minggu untuk WFH, pemerintah berharap dapat menurunkan beban energi hingga dua puluh persen.
Berikut adalah komponen utama strategi yang diterapkan:
- Penetapan Jadwal Tetap: Semua unit kerja ASN diwajibkan melaksanakan WFH pada hari Rabu, kecuali unit yang membutuhkan kehadiran fisik.
- Penyediaan Infrastruktur Digital: Pemerintah menyediakan akses VPN, aplikasi kolaborasi, dan perangkat keras tambahan bagi pegawai yang belum memadai.
- Monitoring Kinerja: Sistem pelaporan harian dan penilaian produktivitas melalui indikator kunci (KPI) tetap diterapkan.
- Evaluasi Berkala: Setiap tiga bulan dilakukan evaluasi dampak energi dan produktivitas untuk menyesuaikan kebijakan.
Data perkiraan penghematan energi dapat dilihat pada tabel berikut:
| Komponen | Penggunaan Normal (kWh) | Penggunaan WFH (kWh) | Persentase Penghematan |
|---|---|---|---|
| Penerangan Kantor | 12.000 | 9.600 | 20% |
| AC & Pendingin | 30.000 | 24.000 | 20% |
| Perangkat IT | 8.000 | 6.400 | 20% |
| Total | 50.000 | 40.000 | 20% |
Selain penghematan energi, hasil awal menunjukkan bahwa tingkat produktivitas ASN tidak mengalami penurunan signifikan. Sebagian besar pegawai melaporkan peningkatan konsentrasi karena lingkungan kerja yang lebih tenang di rumah.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain keterbatasan jaringan internet di daerah terpencil dan kebutuhan koordinasi lintas unit yang tetap memerlukan pertemuan tatap muka. Pemerintah Provinsi menyiapkan program bantuan infrastruktur broadband bagi wilayah yang belum terjangkau.
Secara keseluruhan, kebijakan WFH hari Rabu diharapkan menjadi langkah strategis yang mendukung agenda pengurangan jejak karbon sekaligus menumbuhkan budaya kerja fleksibel di lingkungan ASN Jawa Timur.