Setapak Langkah – 03 April 2026 | Pada Kamis yang lalu, Pulau Batang Dua dilanda gempa tanah yang menimbulkan longsor besar, menyebabkan empat gereja utama mengalami kerusakan berat. Bencana tersebut menghancurkan atap, dinding, dan perabotan gereja, memaksa jemaat mencari tempat ibadah alternatif.
Meski kondisi masih kritis, warga Batang Dua tetap melaksanakan perayaan Paskah pada Minggu pagi dengan berkumpul di sebuah tenda darurat yang didirikan oleh tim relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Tenda tersebut dilengkapi dengan sound system sederhana, kursi plastik, dan altar improvisasi, menjadikan suasana tetap khidmat meski berada di luar ruangan.
Acara dimulai dengan kebaktian doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan Injil, nyanyian pujian, dan khotbah singkat yang menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi musibah. Setelah ibadah, panitia membagikan paket sembako kepada keluarga yang terdampak, serta menyajikan makanan ringan sebagai simbol kebersamaan.
- Gereja St. Maria
- Gereja Santo Paulus
- Gereja Katedral Batang Dua
- Gereja Kristus Penebus
Berikut ini gambaran singkat tingkat kerusakan masing‑masing gereja dan perkiraan biaya perbaikan:
| Gereja | Tingkat Kerusakan | Perkiraan Biaya (Rp) |
|---|---|---|
| St. Maria | Parah (atap runtuh) | 750.000.000 |
| Santo Paulus | Sedang (dinding retak) | 420.000.000 |
| Katedral Batang Dua | Parah (struktur utama rusak) | 1.200.000.000 |
| Kristus Penebus | Ringan (perabot hancur) | 180.000.000 |
Para pemuka agama menegaskan bahwa perayaan Paskah di tenda darurat bukan sekadar simbolisme, melainkan wujud nyata harapan dan ketangguhan komunitas. Mereka mengajak seluruh warga untuk terus bersatu, membantu proses pemulihan, dan menantikan hari dimana gereja‑gereja dapat dibangun kembali secara lebih kuat.