Setapak Langkah – 10 April 2026 | Kapten tim nasional hoki lapangan putra Indonesia, Aulia Akbar Ardh, menegaskan komitmen timnya untuk memberikan penampilan maksimal dalam rangka mengamankan posisi ketiga pada kualifikasi Asian Games 2026. Target tersebut menjadi fokus utama dalam rangka memastikan Indonesia melanjutkan langkah ke ajang multi‑olahraga terbesar di Asia.
Turnamen kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal kedua tahun 2025 akan mempertemukan enam tim kuat dari wilayah Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Bangladesh, dan Sri Lanka. Setiap tim akan bertanding secara round‑robin, dengan tiga tim teratas melanjutkan ke Asian Games 2026.
| Tanggal | Lawannya | Lokasi |
|---|---|---|
| 12 Juni 2025 | Malaysia | Stadion Hoki Nasional, Jakarta |
| 15 Juni 2025 | Bangladesh | Stadion Hoki Nasional, Jakarta |
| 18 Juni 2025 | Korea Selatan | Stadion Hoki Nasional, Jakarta |
| 21 Juni 2025 | Jepang | Stadion Hoki Nasional, Jakarta |
| 24 Juni 2025 | Sri Lanka | Stadion Hoki Nasional, Jakarta |
Pelatih tim, Indra Pratama, menambahkan bahwa persiapan fisik dan taktik tim telah ditingkatkan melalui serangkaian laga persahabatan dan program kebugaran intensif. “Kami menitikberatkan pada kecepatan transisi dan ketepatan eksekusi dalam situasi serangan balik,” ungkapnya.
Aulia menekankan pentingnya konsistensi mental. “Setiap pertandingan memiliki tekanan tersendiri. Kami harus menjaga fokus, mengendalikan emosi, dan mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin,” ujarnya.
Target peringkat ketiga dipandang realistis mengingat performa tim dalam turnamen regional sebelumnya, dimana Indonesia berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2023. Dengan dukungan penuh dari federasi hoki Indonesia serta basis suporter yang semangat, harapan tinggi diletakkan pada generasi muda seperti Dimas Prasetyo dan Rafi Hidayat yang kini menjadi bagian penting dalam susunan skuad.
Jika berhasil mengamankan posisi ketiga, Timnas Hoki Putra akan melanjutkan perjuangan di Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Nagoya, Jepang. Kesempatan tersebut tidak hanya meningkatkan eksposur internasional pemain, tetapi juga berpotensi menarik sponsor baru serta meningkatkan popularitas hoki lapangan di tanah air.