Setapak Langkah – 09 April 2026 | Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) menargetkan penambahan 25 unit radar baru hingga akhir tahun 2029. Dengan akumulasi tersebut, total satelit radar (satrad) yang dimiliki akan mencapai 30 unit, cukup untuk menutupi seluruh wilayah udara Nusantara.
Penambahan radar ini bertujuan menutup blind spot yang selama ini menjadi celah potensial bagi ancaman udara. Radar modern yang akan diintegrasikan diharapkan meningkatkan deteksi dini, pelacakan multi‑target, serta interoperabilitas dengan sistem pertahanan udara lain.
Berikut rincian rencana penambahan radar berdasarkan periode implementasi:
| Periode | Jumlah Radar Baru | Total Radar |
|---|---|---|
| 2024‑2025 | 8 | 18 |
| 2026‑2027 | 9 | 27 |
| 2028‑2029 | 8 | 35 (target 30 operasional) |
Strategi penempatan radar difokuskan pada area dengan risiko tinggi, meliputi perbatasan laut, zona strategis di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta wilayah timur Indonesia. Penempatan ini diharapkan memberi cakupan 360 derajat, meminimalisir zona tidak terdeteksi, dan memperkuat alutsista pertahanan udara nasional.
Selain peningkatan kuantitas, TNI AU juga mengupayakan modernisasi perangkat lunak dan jaringan komunikasi radar. Integrasi dengan sistem Command and Control (C2) serta jaringan data link akan memungkinkan pertukaran informasi secara real‑time antara pangkalan udara, pesawat tempur, dan unit pertahanan darat.
Proyek ini didukung oleh anggaran khusus dalam APBN serta kerjasama teknologi dengan mitra internasional. Diharapkan, pada akhir 2029, seluruh 30 satrad beroperasi secara optimal, memberikan perlindungan menyeluruh bagi ruang udara Indonesia.