Setapak Langkah – 05 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa persediaan beras di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami lonjakan signifikan, mencapai 761.000 ton. Kenaikan ini terjadi dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir dan menandai tercapainya target pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah.
- Peningkatan produksi lokal: Musim tanam 2023/2024 menghasilkan panen yang lebih baik berkat penerapan varietas unggul dan penggunaan pupuk serta pestisida yang tepat.
- Optimalisasi penyimpanan: Pemerintah daerah memperluas kapasitas gudang strategis, termasuk pembangunan silo modern yang dapat mengurangi kehilangan hasil pasca panen.
- Distribusi yang lebih efisien: Sistem logistik terpadu antara petani, pedagang, dan lembaga penyimpanan memastikan beras cepat sampai ke pasar tanpa penumpukan berlebih.
Lonjakan stok ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasar lokal, terutama menjelang musim panen berikutnya. Menteri Amran menegaskan bahwa ketersediaan beras yang cukup akan membantu menurunkan tekanan inflasi pangan dan melindungi konsumen berpenghasilan rendah.
Selain itu, pemerintah juga terus mengawasi kualitas beras yang masuk gudang strategis. Pemeriksaan rutin dilakukan untuk memastikan beras memenuhi standar mutu yang ditetapkan, sehingga tidak terjadi penurunan kualitas yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Keberhasilan peningkatan stok ini menjadi bukti efektivitas program kebijakan pertanian nasional, termasuk program rice self‑sufficiency yang menargetkan ketahanan pangan Indonesia. Menteri Amran menutup dengan harapan agar provinsi lain dapat meniru model Sulawesi Selatan dalam mengelola stok pangan secara berkelanjutan.