Setapak Langkah – 09 April 2026 | Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) berhasil mengukir prestasi gemilang pada kompetisi bergengsi Unbottle Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Coca‑Cola Europacific Partners Indonesia. Tim yang dipimpin oleh mahasiswa bernama Avril merebut posisi Juara 1 setelah menyajikan solusi inovatif berbasis analisis data yang mendalam.
Unbottle Challenge merupakan ajang studi kasus bisnis di sektor barang konsumen cepat saji (FMCG). Peserta ditantang untuk merancang strategi penjualan yang meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung agenda keberlanjutan perusahaan. Dalam kompetisi ini, kemampuan mengolah data menjadi wawasan strategis menjadi faktor penentu utama.
Berikut beberapa elemen kunci yang menjadi penentu kemenangan tim Prasmul:
- Pengumpulan data multikanal: Tim mengintegrasikan data penjualan historis, perilaku konsumen, serta indikator keberlanjutan dari berbagai sumber internal dan eksternal.
- Analisis segmentasi pasar: Dengan teknik clustering, tim mengidentifikasi segmen konsumen yang paling responsif terhadap inisiatif ramah lingkungan.
- Model prediksi permintaan: Menggunakan algoritma regresi berbasis time‑series, tim memperkirakan dampak penawaran botol daur ulang terhadap volume penjualan.
- Strategi rekomendasi: Hasil analisis dituangkan dalam roadmap tiga fase, mulai dari peluncuran produk ramah lingkungan, program insentif konsumen, hingga kampanye edukasi berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan fakultas Prasmul yang menekankan pentingnya literasi data dalam kurikulum bisnis. Dosen pembimbing, Dr. Rina Suryani, menyatakan, “Kemampuan analisis data kini menjadi bahasa universal bagi para profesional. Mahasiswa yang mampu menggabungkan insight data dengan kreativitas bisnis akan menjadi pionir perubahan di industri.”
Prestasi ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai arena kompetitif bagi inovasi berkelanjutan dalam industri FMCG. Dengan mengedepankan analisis data, para mahasiswa tidak hanya memberikan solusi yang relevan bagi perusahaan, namun juga berkontribusi pada agenda nasional terkait pengurangan sampah plastik.
Ke depan, tim yang dipimpin Avril berencana mengimplementasikan rekomendasi mereka secara pilot bersama Coca‑Cola, sekaligus memperluas penerapan model analitis ke sektor lain yang memerlukan pendekatan data‑driven.