Setapak Langkah – 05 April 2026 | Seorang psikiater dari RS Jiwa Bangli, Bali, dr Made Wedastra SpKJ (K), menekankan peran penting kedekatan emosional antara orang tua dan anak dalam mendukung keberhasilan Program Penguatan Tunas (PP Tunas). Menurutnya, hubungan yang hangat dan komunikatif dapat memperkuat fondasi psikologis anak, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan belajar dan sosial.
Dr. Made menjelaskan bahwa pola asuh yang melibatkan dialog terbuka, perhatian konsisten, dan pemahaman terhadap kebutuhan emosional anak dapat mencegah timbulnya stres berlebih atau gangguan mental di usia dini. Ia menambahkan bahwa keterlibatan orang tua bukan sekadar mengawasi, melainkan menjadi mitra aktif dalam proses perkembangan anak.
Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh dr. Made antara lain:
- Menyediakan waktu khusus setiap hari untuk berbicara dan bermain bersama anak tanpa gangguan teknologi.
- Mendengarkan perasaan dan keluhan anak dengan empati, serta memberi umpan balik yang konstruktif.
- Menetapkan rutinitas yang stabil, termasuk pola tidur dan pola makan yang teratur.
- Mendorong partisipasi anak dalam kegiatan kelompok yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa percaya diri.
- Berkoordinasi dengan guru dan tenaga kependidikan untuk memantau perkembangan akademik dan sosial anak.
Dr. Made menutup wawancara dengan harapan agar kebijakan pendidikan dan kesehatan mental lebih memperhatikan peran keluarga sebagai unit pertama dalam pembentukan karakter anak. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung pertumbuhan generasi yang sehat secara mental.