Setapak Langkah – 05 April 2026 | Penggunaan media sosial oleh anak-anak terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses perangkat digital. Namun, tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental dan perkembangan sosial anak. Dr. Made Wedastra, SpKJ, seorang psikiater di Rumah Sakit Jiwa Bangli, menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mengatur batasan penggunaan media sosial.
Berikut beberapa alasan mengapa keterlibatan orang tua menjadi faktor utama:
- Kedekatan emosional: Hubungan yang kuat antara orang tua dan anak memudahkan diskusi terbuka tentang apa yang mereka temui di dunia maya.
- Pengawasan konten: Orang tua dapat memantau jenis konten yang diakses, mengurangi risiko paparan materi yang tidak sesuai usia.
- Pembentukan kebiasaan sehat: Dengan menetapkan jam penggunaan yang jelas, anak belajar mengatur waktu antara aktivitas online dan offline.
Dr. Made Wedastra juga memberikan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua:
- Berbicaralah secara rutin tentang pengalaman anak di media sosial, dengarkan tanpa menghakimi.
- Tetapkan aturan penggunaan, misalnya maksimal dua jam per hari dan larangan penggunaan pada malam hari.
- Gunakan fitur kontrol orang tua yang tersedia pada perangkat dan aplikasi untuk memfilter konten.
- Berikan contoh positif dengan membatasi penggunaan gadget di depan anak.
- Libatkan anak dalam aktivitas alternatif seperti olahraga, membaca, atau seni untuk mengurangi ketergantungan pada layar.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda kecemasan atau stres yang mungkin muncul akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, seperti perubahan perilaku, gangguan tidur, atau penurunan prestasi belajar. Jika diperlukan, konsultasikan dengan profesional kesehatan mental untuk evaluasi lebih lanjut.
Dengan pendekatan yang konsisten dan penuh empati, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan digital yang sehat, sehingga manfaat media sosial dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesejahteraan psikologis mereka.