Setapak Langkah – 04 April 2026 | Pasar Adjame di Abidjan, Pantai Gading, telah menjadi pusat perdagangan pakaian bekas yang terkenal di wilayah Afrika Barat. Setiap hari ribuan pengunjung, mulai dari penduduk lokal hingga wisatawan, berdatangan untuk menelusuri deretan kios yang menampilkan beragam pakaian second‑hand.
Suasana pasar dipenuhi oleh hiruk‑pikuk penjual yang bersuara keras, menawarkan harga yang bersaing, serta menata barang‑barang mereka di atas anyaman bambu atau tenda sederhana. Di antara tumpukan pakaian, terlihat pula aksesoris, sepatu, dan bahkan peralatan rumah tangga yang dibawa dari negara-negara lain, terutama dari Asia dan Eropa.
Berikut ini adalah beberapa jenis barang yang paling laris di pasar Adjame:
- Kaos katun berwarna cerah
- Celana jeans bekas
- Jaket kulit dan bomber
- Pakaian tradisional Afrika Barat
- Aksesoris seperti tas, ikat pinggang, dan topi
Pasar ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi para pedagang, tetapi juga menciptakan jaringan ekonomi informal yang melibatkan lebih dari seratus ribu orang. Menurut survei lokal, mayoritas penjual berusia muda, yang memanfaatkan pasar sebagai peluang usaha pertama mereka.
| Kelompok Usia | Persentase |
|---|---|
| 15-24 | 35% |
| 25-34 | 30% |
| 35-44 | 20% |
| 45+ | 15% |
Namun, pasar Adjame juga menghadapi tantangan. Isu kebersihan, persaingan dengan toko modern, serta regulasi pemerintah yang belum sepenuhnya mendukung perdagangan pakaian bekas menjadi hal yang perlu diperhatikan. Beberapa organisasi non‑pemerintah telah menginisiasi program pelatihan bagi pedagang untuk meningkatkan standar kualitas dan memperluas akses pasar melalui platform digital.
Ke depan, pasar Adjame diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan fashion, menarik minat pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbelanja unik sekaligus mendukung ekonomi lokal.