Setapak Langkah – 06 April 2026 | Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan terus memperkuat program swasembada beras. Tujuannya adalah meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) serta kesejahteraan para petani di wilayah paling timur Indonesia.
Program ini mencakup beberapa langkah strategis, antara lain:
- Penyediaan bibit varietas unggul yang tahan terhadap hama dan kondisi tanah Papua.
- Pemberian subsidi pupuk dan pestisida bagi petani kecil.
- Pelatihan teknik budidaya modern, termasuk penggunaan sistem irigasi tetes.
- Pembangunan infrastruktur penyimpanan dan pengolahan pasca panen.
- Pembentukan kemitraan dengan koperasi lokal untuk memperlancar pemasaran beras.
Target produksi beras provinsi di tahun 2025 ditetapkan sebesar 500.000 ton, meningkat signifikan dibandingkan produksi 2022 yang hanya mencapai sekitar 210.000 ton. Peningkatan tersebut diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada impor beras dan memperbesar pendapatan petani.
| Tahun | Produksi Beras (ton) | Target (ton) |
|---|---|---|
| 2022 | 210.000 | – |
| 2023 | 300.000 | – |
| 2024 | 400.000 | – |
| 2025 | – | 500.000 |
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga berupaya memperbaiki harga jual beras kepada petani. Dengan mekanisme penetapan harga minimum, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen dengan harga di bawah biaya produksi, sehingga NTP dapat naik secara berkelanjutan.
Penguatan swasembada beras di Papua diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam rangka mengurangi ketergantungan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.