Setapak Langkah – 05 April 2026 | Asisten pelatih Pacific Caesar Surabaya, Andi Prasetyo, mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan dalam pertahanan saat berhadapan dengan Kesatria dalam laga pekan ini. Menurutnya, beberapa faktor utama menjadi penyebab kebobolan yang cukup signifikan, antara lain kurangnya koordinasi antar pemain belakang, transisi pertahanan yang lambat, serta kesulitan dalam mengantisipasi serangan cepat lawan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di arena GOR Surabaya, Kesatria berhasil mencetak 25 poin pada set pertama berkat serangan berulang-ulang yang menembus lini pertahanan Pacific. Sementara itu, Pacific hanya mampu mengumpulkan 18 poin, menandakan adanya celah yang belum ditutup oleh tim asuhannya.
Berikut ini beberapa poin kunci yang diungkapkan oleh Andi Prasetyo setelah pertandingan:
- Koordinasi pemain belakang masih belum sinkron, terutama dalam menutup ruang-ruang kosong di tengah lapangan.
- Transisi dari serangan ke pertahanan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan standar kompetisi.
- Kurangnya latihan khusus untuk menghadapi serangan cepat membuat pemain sering terkejut saat lawan melakukan smash berkecepatan tinggi.
Andi menambahkan bahwa pelatih kepala, Caesar, telah merencanakan sesi latihan tambahan yang fokus pada perbaikan aspek pertahanan. Tim akan melakukan drill khusus untuk meningkatkan komunikasi visual dan pergerakan lateral, serta menambah intensitas latihan reaksi cepat.
Meski mengalami kekalahan, Pacific tetap menunjukkan beberapa kelebihan, seperti servis yang konsisten dan variasi serangan dari sisi sayap. Kedepannya, tim berharap dapat mengoptimalkan pertahanan sehingga dapat bersaing lebih ketat dengan tim-tim papan atas.
Jadwal selanjutnya, Pacific akan menghadapi tim Bandung dalam laga pekan berikutnya. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi tim untuk menguji perbaikan taktik pertahanan yang telah dipersiapkan.