Setapak Langkah – 11 April 2026 | Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyatakan harapannya agar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) meningkatkan peran serta dalam mempromosikan cabang olahraga tradisional Indonesia ini ke tingkat internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menekankan pentingnya sinergi antara lembaga olahraga nasional dan federasi pencak silat.
Raja menekankan bahwa pencak silat memiliki potensi besar untuk menjadi ikon budaya sekaligus prestasi olahraga yang dapat menginspirasi generasi muda. Ia mengajak IPSI untuk memaksimalkan dukungan dalam hal:
- Peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui program pelatihan bersertifikat.
- Pengembangan infrastruktur latihan yang memenuhi standar internasional.
- Partisipasi aktif dalam kompetisi regional dan dunia, termasuk Asian Games, SEA Games, serta upaya memasukkan pencak silat ke program Olimpiade.
- Pemasaran yang terintegrasi, memanfaatkan media sosial dan event internasional untuk menonjolkan keunikan seni beladiri ini.
Selain itu, KOI menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, sponsor, serta lembaga kebudayaan untuk menyediakan dana dan sumber daya yang diperlukan. Menurut Raja, dukungan yang konsisten akan memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya yang hidup serta meningkatkan peluang atlet Indonesia meraih medali di panggung dunia.
IPSI diperkirakan akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan merumuskan rencana aksi jangka pendek dan menengah. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kompetisi internasional yang diselenggarakan di Indonesia, serta memperluas jaringan pertukaran pelatihan dengan federasi pencak silat dari negara lain.
Dengan sinergi yang kuat antara KOI dan IPSI, pencak silat diharapkan tidak hanya menjadi olahraga kompetitif, tetapi juga simbol kebanggaan bangsa yang dapat dikenal luas di seluruh dunia.